Buat kamu-kamu yang suka banget sama afgan, nih aku kasih tau profilnya..
Nama lengkap : Afgan Syah Reza
Nama panggilan : Afgan
TTL : Jakarta,27 Mei 1989
Agama : Islam
Hobi : Nyanyi
Makanan Favorit : Mie instant, Italian Food Minuman Favorit : Es Jeruk
Warna Favorit : Coklat
Nama panggilan : Afgan
TTL : Jakarta,27 Mei 1989
Agama : Islam
Hobi : Nyanyi
Makanan Favorit : Mie instant, Italian Food Minuman Favorit : Es Jeruk
Warna Favorit : Coklat
Pakaian favorit : Jeans, vintage T-shirt Style Favorit : Preppy look (on stage) kalau harian berantakan
Parfum Favorit : Clinique Happy For Men
Olahraga Favorit : Sepak Bola
Parfum Favorit : Clinique Happy For Men
Olahraga Favorit : Sepak Bola
Penyanyi Favorit : MaliQ and D'essential dan Dewi Sandra
Hobi : Musik, Piano, Film
Olah raga : Berenang, Fitnes
Shio : Ular
Golongan darah : A
Bahasa : Inggris, Prancis
Hobi : Musik, Piano, Film
Olah raga : Berenang, Fitnes
Shio : Ular
Golongan darah : A
Bahasa : Inggris, Prancis
Sekolah : SMA 34 Jakarta (thn 2004-2007), FEUI – Internasional Fans Club : Afganisme
Email : afgansyah.reza@gmail.com
Website : afgan-wannabe.com
Website : afgan-wannabe.com
Film : Dilema Cinta Dua Hati
Afgan adalah anak dari bpk. Loyd Yahya dan Ibu Lola Purnama. Afgan anak ke 2 dari 4 bersaudara. Menyanyi memang sudah menjadi hobinya, dan hobinya inilah yang mengantarkannya ke belantara musik.
nih liat deh afgan waktu kecil.. luchu banget..
afgan emang buat gemes banget, dari kecil aja ganteng apalagi sekarang.
banyak banget fansnya yang tergila-gila olehnya..
Afgan dibesarkan di lingkungan keluarga yang gemar menikmati musik. Namun karena sifat pemalunya yang demikian dominan, tak lantas membuat dirinya percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Padahal orang tua dan teman temannya sering menjadi saksi hidup akan kemerduan vokalnya. Afgan juga tak menampik bahwa sejak SMA, seringkali malu-malu jika didaulat untuk menjadi pengisi acara.
“Suka nyanyi dari kecil. Tapi nggak pernah kepikiran untuk menjadi penyanyi profesional. Waktu dapat tawaran rekaman di studio awalnya sih sempat ragu dan takut. Saya nggak PEDE dan nggak berani. Dorongan teman-teman dan keluarga yang terus bikin saya nggak bisa menolak. Saya tuh orangnya nggak suka spotlight. Berat aja gitu…,” ujar putra ke 2 dari 4 bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya ini.
Mengawali karir dengan rasa tak percaya diri, dan tanpa bekal prestasi di ajang festival manapun serta tanpa pendidikan formal sekolah musik, bukanlah sebuah hambatan akan prestasinya saat ini: Terbukti kini bakat alaminya terus mampu membawa perlalanankarirnya bedanjut dan semakin benderang. “Dulu ketemus ama orang masih kikuk. Dengan kondisi sekarang, hal itu diupayakan jangan adalagi. Memang nggak bisa seratus persen hilang. Saya bersyukur banget dengan profesi ini melatih untuk komunikasi sama orang, ada ‘building character’. Itu untuk ke depannya juga, saya kerja apapun kan butuh banget kayak gini, “terang pria yang juga bercita-cita jadi pengusaha ini.
Perjuangannya tidak sia-sia, baru beberapa minggu memasuki belantika musik Indonesia sudah menembus 10 besar jajaran tangga lagu chart musik Indonesia dengan lagu berjudul “Terima Kasih Cinta” menyusul tembang ‘Sadis’.
asal usul karir afgan ..
Afgan dibesarkan di tengah keluarga yang suka menikmati musik. Bahkan mantan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini sejak di bangku sekolah menengah sudah sering didaulat untuk menyanyi meskipun selalu ditampiknya karena malu. Kariernya diawali ketika bersama teman-temannya berkunjung ke WannaB Instant Recording Studio. Di studio ini mereka menyanyi dan merekamnya dalam CD untuk koleksi pribadi. Di luar dugaan ternyata Afgan Syah Reza terpantau oleh Produser WannaB yang langsung menawarinya rekaman. Awalnya ia sempat ragu tapi akhirnya menerima juga dan ia langsung masuk dapur rekaman. Ternyata album pertama Afgan Syah Reza diminati khalayak dan mampu menempati posisi tertinggi di tangga lagu hit radio dan televisi terkemuka Indonesia. Tahun 2009 Afgan mulai menjajal kemampuannya di dunia film. Namun karena masih ragu dengan kemampuan aktingnya dia hanya berani bermain sebagai dirinya sendiri (Cameo) dalam film layar lebar berjudul "Bukan Cinta Biasa" yang pemeran utamanya pendatang baru Olivia Lubis Jensen. Dalam film ini Afgan Syah Reza juga menyumbang lagu sebagai jalur suara dengan judul lagu yang sama dengan judul film tersebut.
Afgan lebih banyak belajar menyanyi secara otodidak, meski pernah juga kursus vokal tapi pada dasarnya dari hobby. Dan saking hobbynya, dari kecil dia biasa bernyanyi-nyanyi sendiri dimanapun dan kapanpun.
Buat yang pernah mendampingi dia seharian seperti Moderator Afganisme pasti heran lihat afgan tuh terus saja bernyanyi dimanapun saat ada waktu luang. Maka tak heran kalau suara dan cara bernyanyinya cukup terasah.
Jadi, Untuk urusan menyanyi Afgan memang jago, maka lebih dari pantas kalau dia kita idolakan.
Buat yang pernah mendampingi dia seharian seperti Moderator Afganisme pasti heran lihat afgan tuh terus saja bernyanyi dimanapun saat ada waktu luang. Maka tak heran kalau suara dan cara bernyanyinya cukup terasah.
Jadi, Untuk urusan menyanyi Afgan memang jago, maka lebih dari pantas kalau dia kita idolakan.
Karir solo Afgan yang semakin menanjak ditandai dengan prestasi yang diraihnya di belantika musik Indonesia. Dalam ajang Anugerah Musik Indonesia 2009, Afgan meraih penghargaan sebagai Penyanyi Pria Solo Terbaik melalui lagu Terima Kasih Cinta..
Afgan Menggebrak Tahun 2010 dengan Musik dan Film
Setelah peluncuran Album keduanya sempat tertunda, kini Afgan siap menggebrak di awal tahun 2010 ini.
Memang layak disebut sebagai “Gebrakan” karena tidak hanya meluncurkan Album tetapi Afgan juga akan meramaikan pasar film layar lebar dengan filmnya yang berjudul Cinta 2 Hati. Sejak Afgan sukses sebagai solois muda maka langkahnya banyak diikuti dengan munculnya beberapa penyanyi muda lain. Dan karena segmen pasar yang dituju sama maka musik, gaya, penampilan dan strategi pemasaran/promosinya pun serupa. Tahun 2010 ini Afgan ingin mencoba sesuatu yang lain. Selain membuat Album baru bertajuk The One, Afgan juga membintangi film layar lebar Cinta 2 Hati. Di dalam film tersebut Afgan juga berperan sebagai penyanyi muda dan tentu saja lagu-lagu dalam Album barunya juga menjadi soundtrack utama film tersebut. Tak tanggung-tanggung, dua artis muda cantik, Olivia Lubis Jensen dan Tika Putri, dijadikan lawan main Afgan. Bahkan film ini juga didukung artis kawakan Deddy Mizwar. Sinergi antara album musik dan film layar lebar sungguh suatu hal yang langka di industri musik kita dan mungkin bakal diikuti oleh penyanyi lain. Namun para pengamat menilai strategi baru tersebut tidak mudah untuk ditiru. Mencontoh style Afgan lengkap dengan strategi pemasarannya mungkin tidak terlalu sulit, tapi membuat suatu film layar lebar tentu memerlukan pertimbangan yang masak. Tidak kalah sengit dengan persaingan di dunia musik, kompetisi diantara produksi film juga sangat keras saat ini. Tentu orang tidak akan ambil resiko berinvestasi besar untuk membuat film jika tidak mempunyai potensi menguntungkan. Alasan mengapa Afgan bisa melakukan keduanya adalah karena dia merupakan paket “lengkap”. Selain kualitas vokalnya yang bagus, Afgan juga mempunyai keunggulan fisik yang menjual. Jika ditanyakan kepada Afganisme (julukan fans Afgan), maka mereka akan menjawab mengidolakan Afgan karena suara, lagu dan ketampanannya. Satu-satunya kendala adalah kemampuan akting Afgan karena bagaimanapun Afgan masih terhitung baru di dunia akting. Hal ini juga disadari Afgan sehingga serius belajar akting kepada Didi Petet dan selama pembuatan film Cinta 2 Hati mendapat bimbingan dari Deddy Mizwar. Kiat ini ternyata mujarab terbukti Produser dan Sutradara film tersebut menyatakan kepuasannya atas akting Afgan.
Afgan Menggebrak Tahun 2010 dengan Musik dan Film
Setelah peluncuran Album keduanya sempat tertunda, kini Afgan siap menggebrak di awal tahun 2010 ini.
Memang layak disebut sebagai “Gebrakan” karena tidak hanya meluncurkan Album tetapi Afgan juga akan meramaikan pasar film layar lebar dengan filmnya yang berjudul Cinta 2 Hati. Sejak Afgan sukses sebagai solois muda maka langkahnya banyak diikuti dengan munculnya beberapa penyanyi muda lain. Dan karena segmen pasar yang dituju sama maka musik, gaya, penampilan dan strategi pemasaran/promosinya pun serupa. Tahun 2010 ini Afgan ingin mencoba sesuatu yang lain. Selain membuat Album baru bertajuk The One, Afgan juga membintangi film layar lebar Cinta 2 Hati. Di dalam film tersebut Afgan juga berperan sebagai penyanyi muda dan tentu saja lagu-lagu dalam Album barunya juga menjadi soundtrack utama film tersebut. Tak tanggung-tanggung, dua artis muda cantik, Olivia Lubis Jensen dan Tika Putri, dijadikan lawan main Afgan. Bahkan film ini juga didukung artis kawakan Deddy Mizwar. Sinergi antara album musik dan film layar lebar sungguh suatu hal yang langka di industri musik kita dan mungkin bakal diikuti oleh penyanyi lain. Namun para pengamat menilai strategi baru tersebut tidak mudah untuk ditiru. Mencontoh style Afgan lengkap dengan strategi pemasarannya mungkin tidak terlalu sulit, tapi membuat suatu film layar lebar tentu memerlukan pertimbangan yang masak. Tidak kalah sengit dengan persaingan di dunia musik, kompetisi diantara produksi film juga sangat keras saat ini. Tentu orang tidak akan ambil resiko berinvestasi besar untuk membuat film jika tidak mempunyai potensi menguntungkan. Alasan mengapa Afgan bisa melakukan keduanya adalah karena dia merupakan paket “lengkap”. Selain kualitas vokalnya yang bagus, Afgan juga mempunyai keunggulan fisik yang menjual. Jika ditanyakan kepada Afganisme (julukan fans Afgan), maka mereka akan menjawab mengidolakan Afgan karena suara, lagu dan ketampanannya. Satu-satunya kendala adalah kemampuan akting Afgan karena bagaimanapun Afgan masih terhitung baru di dunia akting. Hal ini juga disadari Afgan sehingga serius belajar akting kepada Didi Petet dan selama pembuatan film Cinta 2 Hati mendapat bimbingan dari Deddy Mizwar. Kiat ini ternyata mujarab terbukti Produser dan Sutradara film tersebut menyatakan kepuasannya atas akting Afgan.
Terus bagaimana untuk urusan lainnya ?
Selain menyanyi, dia itu ya ordinary people seperti remaja pada umumnya, seperti kalian juga. Lihatlah pada diri kalian sendiri, pasti adalah iseng dan bandelnya. Dan karena dia lahir dan besar di ibukota jadi dia juga tumbuh seperti remaja Jakarta pada umumnya.
Selain menyanyi, dia itu ya ordinary people seperti remaja pada umumnya, seperti kalian juga. Lihatlah pada diri kalian sendiri, pasti adalah iseng dan bandelnya. Dan karena dia lahir dan besar di ibukota jadi dia juga tumbuh seperti remaja Jakarta pada umumnya.
Jadi untuk urusan yang lain, mungkin lebih tepat kita jadikan Afgan sebagai sahabat. Sahabat yang saling menyayangi dan mengingatkan karena dalam beberapa hal mungkin Afgan harus banyak belajar dari kalian.
Ada suatu momen yang sangat menarik dan pernah ditampilkan infotainment. Saat nama Afgan boom di pasar musik Indonesia, pada suatu show di Cilandak Town Square afgan harus dilarikan oleh banyak pengawal untuk diamankan dari kejaran para penggemarnya.
Mata Afgan berkaca-kaca melihat ratusan fansnya setia menunggu di balik kaca gedung sambil histeris berteriak memanggil namanya. Dia benar-benar tak menyangka akan begitu besarnya perhatian orang pada dia padahal dia merasa orang biasa saja. Dia benar-benar merasa jauh dari pantas untuk diidolakan apalagi dia baru memulai karirnya.
Ada suatu momen yang sangat menarik dan pernah ditampilkan infotainment. Saat nama Afgan boom di pasar musik Indonesia, pada suatu show di Cilandak Town Square afgan harus dilarikan oleh banyak pengawal untuk diamankan dari kejaran para penggemarnya.
Mata Afgan berkaca-kaca melihat ratusan fansnya setia menunggu di balik kaca gedung sambil histeris berteriak memanggil namanya. Dia benar-benar tak menyangka akan begitu besarnya perhatian orang pada dia padahal dia merasa orang biasa saja. Dia benar-benar merasa jauh dari pantas untuk diidolakan apalagi dia baru memulai karirnya.
Jadi mari kita ambil sikap yang benar. Untuk urusan menyanyi plus akting sekarang, mari kita dukung dia dan bolehlah kita idolakan.
Namun selebihnya mari kita jadikan dia sebagai sahabat. Sebagai manusia biasa pastilah suatu saat berbuat salah, kalau itu terjadi maka sebagai sahabat tugas kita untuk mengingatkan atau membimbingnya dan bukan malah mencaci-maki dan meninggalkan dia terperosok lebih dalam. Kita bisa contoh mama kita, sebesar apapun kesalahan anaknya pasti dia memaafkan dengan penuh kasih.
Namun selebihnya mari kita jadikan dia sebagai sahabat. Sebagai manusia biasa pastilah suatu saat berbuat salah, kalau itu terjadi maka sebagai sahabat tugas kita untuk mengingatkan atau membimbingnya dan bukan malah mencaci-maki dan meninggalkan dia terperosok lebih dalam. Kita bisa contoh mama kita, sebesar apapun kesalahan anaknya pasti dia memaafkan dengan penuh kasih.
Menempatkan Afgan sebagai idola dalam segala hal sungguh akan sangat membebani dia dan akan sangat mengecewakan kalian bila ternyata dia tak memenuhi harapan kalian.
Album perdananya bertajuk Confession no.1 yang diproduksi oleh Wanna B Production dan didistribusikan di bawah label Sony BMG yang baru-baru ini di-launching di pasaran mendapat tangapan yang bagus dari pecinta musik di Indonesia khususnya di kalangan anak muda. Dengan raut wajah yang cool, Afgan mampu mendapatkan perhatian dari kalangan muda khususnya kaum hawa. Penggarapan album ini mengikutsertakan musisi ternama seperti Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun dan Dian PP, dan Bebi Romeo sebagai komposer.
Dengan bermodalkan hobi menyanyi dan suaranya yang khas, Afgan mampu menembus 10 besar tangga lagu Indonesia dengan mengusung lagu yang berjudul “Terimakasih Cinta”. Dari lagu-lagu yang ada di albumnya, Afgan mengaku bahwa lagu Klise merupakan penggambaran dirinya yang sesungguhnya. Dalam album perdananya ini, Afgan mengusung jenis lagu seperti jazz, R&B, pop agar lebih easy-listening di masyarakat.
album pertama afgan..
Ketertarikan Afgan pada musik R&B dan jazz, kiranya memang sangat mempengaruhi karakter vokalnya sebagai pendatang baru dari genre Soul, Pop, R & B, dan Jazz di Indonesia. Melantunkan Terima Kasih Cinta, –single dari album perdana bertajuk Confession No.1 ini, Afgan kini hadir sebagai pendatang baru blantika musik pop Indonesia yang terinspirasi oleh nuansa John Legend dan Stevie Wonder.
Tanpa Batas Waktu menjadi track pembuka album. Sebuah nomor rancak dalam influence R & B yang manis dengan sedikit sentuhan techno nan lembut.
Selanjutnya sebagai track kedua, sejenak Afgan melakukan cooling down lewat lagu single-nya, Terima Kasih Cinta. Sebuah performa orisinil dari karakter suaranya yang smooth, charming and romantic.
Di nomor ketiga dan keempat, Klise dan Entah, Afgan kembali menaikkan beat pada album ini. Dalam format R & B, Afgan mengentak, namun tetap terkesan cool.
Kemudian, di lagu kelima, Yang Kutahu Cinta Itu Indah Afgan tampil dalam nuansa orkestra dan akustik menyayat lembut. Afgan berduet dengan Nagita Slavina, yang menjadi lead di bait awal lagu ini mengalun.
Cool, smart, and shy. Secara menyeluruh, hingga 8 lagu selanjutnya dari 13 tracks yang ditampilkan Afgan, kiranya begitulah kilas penampilan yang langsung terlihat pada sosok bernama Afgan ini. Dan ketika meluncurkan tarikan vokalnya, kesan yang muncul mengiringi kilas penampilan tersebut adalah smooth, charming and romantic, baik dari nuansa soul-pop, R& B dan Jazz di album ini.
Afgan memang memiliki karakter vokal yang cool and groovy. Ia mampu memainkan dengan apik kombinasi permainan nada falsetto yang kemudian diteruskan dengan legato. Improvisasi gaya black music pada sentuhan vokal Afgan itu mampu menyentuh emosional, namun tetap komunikatif bagi pendengarnya untuk memberikan kesan mendalam akan makna lagu tersebut.
Terbukti, eksplorasi musik Afgan di sini begitu penuh warna. Sesekali, ia mengentak lembut di nomor-nomor R & B selanjutnya seperti 6, 9, serta 11. Sesekali pula vokal pun menari-nari dalam format swing ringan yang dibalut techno sound yang renyah seperti lagu 7 dan 12. Tak lain, Biru di sini adalah interpretasi ulang Afgan atas lagu yang pernah dibawakan secara apik oleh Vina Panduwinata.
Dan sebagai nomor pamungkas, Afgan meletakkan ….sebagai lagu terakhir atau track 13, penutup album ini. Begitu smooth, charming and romantic dari nuansa soul-jazz yang dibangun dari kepekaan Afgan akan indah dan nikmatnya membawakan jenis musik ini kepada telinga pendengar musik Indonesia yang membutuhkan penyegaran baru. Dan pada tanggal 25 Januari 2008 Afgan telah membuktikan kesuksesan karir nya hingga kini!
source: www.afgan-wannab.com
| Track Album Afgan – Confession No.1 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Aktifkan Ring Back Tone Kamu! Contoh untuk mengaktifkan lagu “Terima Kasih Cinta”
|
Bagi kamu semua yang suka sama suara afgan, tampang ganteng afgan, sifat afgan, gaya afgan, yuk gabung ke blognya AFGANISME
Bisa kamu klik disini ; http://www.afgansyahreza.com/afganisme/archives/category/activity
sukses yah afgan !!!
-icha-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar